

(Photo by Suhaimi Abdullah/Getty Images) GIBOL.CO.ID — Klub bola basket Satria Muda Pertamina Bandung menjalin kerja sama strategis dengan Royal Sports, pusat kedokteran dan kebugaran olahraga, sebagai bagian dari upaya memperkuat performa tim menghadapi Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Managing Director Satria Muda Pertamina Bandung, Christian Ronaldo Sitepu, menyatakan bahwa kemitraan tersebut sejalan dengan visi klub untuk menempatkan kesehatan dan kesejahteraan atlet sebagai fondasi utama pencapaian prestasi.
“Program kesehatan, nutrisi, dan pemulihan yang sesuai standar membantu kami menjaga konsistensi performa sepanjang musim,” ujar Christian dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pria yang akrab disapa Dodo itu menambahkan, kehadiran Royal Sports sebagai mitra strategis dinilai memperkuat kesiapan tim dalam menghadapi kompetisi yang panjang dan menuntut kondisi fisik optimal. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menetapkan Royal Sports sebagai mitra layanan medis dan performa resmi tim.

Menurut Christian, fokus utama kemitraan ini adalah pengelolaan kesehatan atlet secara menyeluruh, mulai dari pencegahan cedera, deteksi dini gangguan kesehatan, hingga optimalisasi performa berbasis ilmu pengetahuan. Program yang dijalankan mencakup pemeriksaan medis komprehensif, pemulihan cedera, serta penguatan kondisi fisik dan mental para pemain.
Pendiri Royal Sports, dr. Dercie Sumantri, menegaskan bahwa setiap atlet memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang spesifik dan terukur, termasuk untuk pemain basket profesional.
“Asesmen yang kami lakukan untuk pemain basket harus berbeda dengan cabang olahraga lain karena karakter penggunaan tubuhnya juga berbeda. Kami ingin memastikan atlet berada pada kondisi terbaik, mendeteksi cedera sejak dini, dan menyiapkan dukungan multidisiplin agar mereka siap bersaing,” ujar Dercie.
Melalui kerja sama ini, para pemain Satria Muda akan memperoleh akses ke layanan medis terpadu, termasuk penanganan cedera muskuloskeletal oleh tim ortopedi dan spesialis kedokteran olahraga. Program pemulihan juga didukung fisioterapi, penguatan performa, serta metode pemulihan terstruktur guna menjaga kesiapan fisik sepanjang musim.
Tak hanya aspek fisik, layanan nutrisi klinis dan kesehatan mental turut menjadi bagian penting dari kemitraan tersebut. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menjaga fokus, konsistensi performa, serta ketahanan mental atlet dalam menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
Konsultan cedera olahraga Royal Sports, dr. Bobby Natanel Nelwan, menilai kemitraan berbasis data kesehatan menjadi kunci dalam menjaga performa jangka panjang atlet profesional.
“Performa berkelanjutan hanya bisa dicapai jika tata kelola kesehatan atlet dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan berbasis bukti ilmiah, sehingga risiko cedera dapat ditekan seminimal mungkin,” kata Bobby.

Tidak ada komentar