

(Photo by Matthew Stockman/Getty Images) GIBOL.CO.ID — Jannik Sinner menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam kariernya di Australian Open pada Jumat malam. Petenis Italia itu tumbang dari Novak Djokovic dalam semifinal lima set, padahal sempat memimpin dengan keunggulan dua set berbanding satu.

Kekecewaan Sinner terlihat jelas usai laga. Ia mengakui hasil itu terasa sangat berat, terlebih Australian Open memiliki arti khusus baginya.
“Sangat menyakitkan,” kata Sinner saat ditanya seberapa besar rasa sakit dari kekalahan tersebut dalam konferensi pers pascapertandingan, dikutip dari ATP.
“Ini adalah Grand Slam yang sangat penting bagi saya, tentu saja, dengan mengetahui latar belakangnya, hal itu bisa terjadi.”
“Itu adalah pertandingan yang bagus dari kami berdua. Saya memiliki banyak peluang. Tidak bisa memanfaatkannya dan itulah hasilnya. Tentu saja, ini menyakitkan,” ujar petenis berusia 24 tahun itu.
Sinner datang ke laga ini dengan misi mengejar gelar Australian Open ketiga berturut-turut. Ia juga membawa catatan positif: telah mengalahkan Djokovic dalam lima pertemuan (head to head) mereka sebelumnya. Namun, pada Jumat malam di Rod Laver Arena, unggulan kedua itu gagal memaksimalkan momen-momen krusial.

Menurut statistik ATP, Sinner hanya mampu mengonversi dua dari 18 break point saat menghadapi Djokovic yang berusia 38 tahun. Sinner menilai peluang besar itu sempat muncul, terutama pada set kelima, tetapi tak mampu ia kunci menjadi pembeda.
“Saya punya peluang. Itu terjadi di set kelima. Banyak break point, saya tidak bisa memanfaatkannya. Dia melakukan beberapa pukulan hebat,” kata Sinner.
“Saya memutuskan beberapa hal berbeda. Hari ini tidak berhasil, tetapi begitulah tenis. Saya merasa set pertama juga menampilkan level permainan yang hebat dari kami berdua. Rasanya seperti naik roller coaster, dan terjadi seperti yang terjadi hari ini.”
Dengan hasil ini, final pada Minggu (1/2) akan menjadi pertama kalinya Sinner tidak berkompetisi di babak akhir Grand Slam sejak Wimbledon 2024, saat Carlos Alcaraz mengalahkan Djokovic.
Meski kecewa, Sinner tetap memberi respek tinggi kepada Djokovic, dan menegaskan performa petenis Serbia itu bukan sesuatu yang mengejutkan.
“Dia telah memenangi 24 Grand Slam. Kami saling mengenal dengan baik, bagaimana cara kami bermain. Saya selalu mengatakan, Anda tidak boleh terkejut, karena saya merasa dia adalah pemain terhebat selama bertahun-tahun,” kata Sinner.
“Tentu saja, dia bermain di lebih sedikit turnamen karena usianya dan lain hal, tetapi kami juga tahu betapa pentingnya Grand Slam bagi saya, baginya, bagi Carlos, dan semua orang.”
“Ada sedikit motivasi ekstra, dan dia bermain tenis dengan hebat. Mudah-mudahan saya bisa mengambilnya sebagai semacam pelajaran untuk melihat apa yang bisa saya tingkatkan,” ujar peraih empat gelar Grand Slam tersebut.
Sinner akan meninggalkan Melbourne dengan peringkat No.2 ATP, posisi yang sama seperti saat ia tiba.

Tidak ada komentar