

(Photo by Thomas Schreyer/VCG via Getty Images) GIBOL.CO.ID — Novak Djokovic menegaskan belum menyerah dalam perburuan gelar Grand Slam ke-25, meski harus menerima kekalahan di partai puncak Australian Open, Minggu.

Petenis Serbia itu sebelumnya melewati laga berat di semifinal. Djokovic menyingkirkan Jannik Sinner lewat duel lima set, namun langkahnya terhenti di final saat berhadapan dengan Carlos Alcaraz. Kemenangan tersebut mengantar Alcaraz menjadi petenis putra termuda yang menuntaskan “Career Grand Slam” setelah mengangkat trofi di keempat turnamen Grand Slam.
“Saya selalu percaya saya bisa. Jika tidak, saya tidak akan berkompetisi, dan saya telah mengatakan ini berkali-kali,” kata Djokovic ketika ditanya tentang apakah ia merasa bisa memenangi Grand Slam ke-25, seperti dikutip ATP.
“Ya sudahlah. Itulah olahraga, tetapi tentu saja, ketika Anda menarik garis dan membuat penilaian tentang apa yang terjadi selama beberapa minggu terakhir, merupakan pencapaian luar biasa bagi saya untuk dapat bermain di final, mungkin hanya beberapa set lagi untuk memenangi turnamen,” ujar petenis berusia 38 tahun itu.

Djokovic terakhir kali menjuarai Grand Slam pada US Open 2023. Juara Grand Slam 24 kali tersebut juga sempat menembus semifinal di keempat Grand Slam pada 2025, namun selalu gagal melangkah lebih jauh.
Ia menilai pendekatan mentalnya dalam beberapa tahun terakhir membantu menghadapi tekanan level elite.
“Saya menurunkan ekspektasi saya dalam beberapa tahun terakhir, yang juga, menurut saya, memungkinkan saya untuk melepaskan beberapa stres tambahan yang tidak perlu,” kata Djokovic.
Di final, mantan petenis nomor satu dunia yang berstatus unggulan keempat itu disebut mampu mengimbangi Alcaraz di sebagian besar set keempat, sebelum akhirnya tumbang dalam tempo tiga jam dua menit. Hasil itu juga membuat catatan pertemuan mereka kini imbang 5-5, setelah Alcaraz memenangi tiga final Grand Slam yang mempertemukan keduanya.
“Set pertama adalah salah satu set terbaik yang pernah saya mainkan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Djokovic.
“Forehand saya melemah di momen-momen penting. Itulah yang terjadi,” ujar petenis yang sudah 10 kali menjuarai Australian Open itu.
Catatan lain yang ikut terhenti: Djokovic sebelumnya selalu menang di 10 final Australian Open yang ia jalani.
Meski gagal juara, Djokovic—yang telah mengoleksi 101 gelar di level tur—disebut akan naik ke peringkat tiga dunia. Perjalanannya menuju semifinal juga tergolong unik: ia menang WO pada babak keempat atas Jakub Mensik, lalu diuntungkan mundurnya Lorenzo Musetti di perempat final saat Djokovic unggul dua set.
Sementara itu, kemenangan di Melbourne membuat Alcaraz meraih gelar Grand Slam ketujuh dan merampungkan Career Grand Slam. Djokovic pun memberikan apresiasi kepada petenis Spanyol berusia 22 tahun tersebut.
“Dia pantas mendapatkan semua pujian yang dia terima dari rekan-rekannya, tetapi juga dari seluruh komunitas tenis,” ujar Djokovic.
“Dia pemuda yang sangat baik. Memiliki nilai-nilai yang baik, keluarga yang baik.”

No Comments