x

John Herdman: Tekanan Melatih Timnas Indonesia Adalah “Keistimewaan” dan Bisa Jadi Anugerah

3 minutes reading
Tuesday, 13 Jan 2026 18:19 2 admin

GIBOL.CO.ID — Pelatih baru timnas Indonesia John Herdman menegaskan dirinya tidak takut menghadapi tekanan besar saat memimpin tim Garuda. Hal itu ia sampaikan dalam jumpa pers pertamanya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa.

“Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini,” kata Herdman.

Pelatih asal Inggris itu menyebut dirinya tidak melihat tekanan hanya dari satu sudut pandang. Menurut Herdman, tekanan bisa berubah menjadi energi positif jika dikelola dengan benar, terutama karena dukungan suporter dapat menjadi kekuatan tambahan setiap kali tim bermain.

“Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain,” ujar Herdman.

Ia menambahkan, pengalaman membawa sebuah negara menembus pencapaian besar membuatnya memahami bagaimana tekanan bisa diolah menjadi motivasi. Herdman menegaskan ia akan menanamkan pesan itu ke para pemain.

“Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka,” lanjutnya.

Sebagai konteks, Indonesia pada Oktober tahun lalu gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak pada babak kualifikasi putaran keempat saat masih dilatih Patrick Kluivert. Kegagalan tersebut berujung pada pemutusan kontrak pelatih asal Belanda itu setelah bekerja 10 bulan sejak ditunjuk pada Januari.

Peluang Indonesia untuk mengejar tiket Piala Dunia berikutnya disebut terbuka empat tahun lagi, yakni pada edisi 100 tahun yang akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol, serta di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Meski demikian, Herdman menekankan bahwa membawa Indonesia tampil di Piala Dunia bukan proses instan. Ia mencontohkan perjalanan Kanada menuju Piala Dunia 2022 yang memerlukan waktu panjang, termasuk periode empat tahun sejak ia ditunjuk pada 2018.

“Saya akan mengatakan kepada para fans bahwa lolos ke Piala Dunia itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana,” kata Herdman.

“Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya. Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini,” lanjutnya.

“Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari,” tutup dia.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x