

(Photo by Patrick T. FALLON / AFP) (Photo by PATRICK T. FALLON/AFP via Getty Images) GIBOL.CO.ID — Pelatih baru timnas Indonesia John Herdman membeberkan alasan utama dirinya memilih menukangi skuad Garuda, alih-alih menerima tawaran dari dua negara lain, Jamaika dan Honduras. Herdman menyebut Indonesia menarik karena memiliki visi yang jelas, pemain berkualitas, serta basis pencinta sepak bola yang sangat fanatik.

Pernyataan itu disampaikan Herdman pada jumpa pers perkenalan resminya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa. Ia menilai Indonesia merupakan tempat yang tepat untuknya melanjutkan karier kepelatihan karena besarnya potensi sepak bola di Tanah Air.
“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya punya pengalaman di sana. Namun, saya percaya dengan negara yang punya populasi 280 juta penduduk, yang di mana 90 persennya mencintai sepak bola. Mereka sangat mencintai sepak bolanya. Ini adalah tempat yang tepat,” kata Herdman.
Herdman dikontrak dengan skema 2+2, yakni dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Selain menangani timnas senior, pelatih asal Inggris itu juga akan memimpin timnas U-23 Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Herdman turut menekankan pentingnya membangun sinergi antar tim nasional kelompok umur, mulai U-17 hingga senior. Menurutnya, keselarasan filosofi dan kerangka kerja menjadi kunci agar pemain muda bisa lebih cepat siap saat mendapat panggilan ke tim senior.
“Jadi, bekerja dengan tim kepelatihan U-20, U-23, akan jadi sebuah hal yang penting ketika kita punya konsistensi di elemen filosofi. Seperti yang saya katakan sebelumnya, kerangka budaya dan taktik,” ujar pelatih yang mengantarkan Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen tersebut.
Herdman menambahkan, meski setiap pelatih punya filosofi masing-masing, harus ada titik temu yang membuat transisi pemain dari level junior ke senior berjalan mulus. Ia menilai kesiapan itu penting karena jadwal internasional sangat padat.
“Saat ada perbedaan, di mana setiap pelatih punya filosifinya, harus ada persamaan agar memastikan para pemain siap. Ketika ada panggilan, mereka siap untuk bermain. Dan, saya berpikir perbedaan sistem, perbedaan budaya, mereka harus siap. Karena jendela internasional sangat padat,” katanya menambahkan.
Pada jumpa pers yang sama, PSSI juga memperkenalkan Cesar Meylan sebagai asisten pelatih fisik. Dengan kehadiran Meylan, Herdman akan melanjutkan kerja sama panjang dengan pelatih yang menyandang gelar Doktor (PhD) di bidang strength & conditioning tersebut. Keduanya diketahui sudah berada dalam satu tim selama lebih dari satu dekade, mulai dari timnas putri Selandia Baru, timnas putri Kanada, timnas putra

No Comments