

(Photo by Quality Sport Images/Getty Images) GIBOL.CO.ID — Semifinal Qatar TotalEnergies Open 2026 pada Jumat bakal mempertemukan para pembuat kejutan di turnamen WTA 1000 Doha. Laga empat besar menghadirkan duel Jelena Ostapenko vs Victoria Mboko, serta Karolina Muchova vs Maria Sakkari.

Ostapenko melangkah ke semifinal dengan catatan yang menegaskan dominasinya di Doha. Petenis peringkat 24 itu kini menjadi pemain putri dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah turnamen ini, yakni 24-9.
“Semuanya dimulai di sini pada tahun 2016, final terbesar saya saat itu,” ujar Ostapenko, dikutip dari WTA. Ia juga menegaskan kenyamanannya tampil di Doha karena atmosfer turnamen yang ia nilai santai dan jadwal pertandingan yang cenderung lebih larut.
Di sisi lain, Mboko datang membawa cerita paling mengejutkan pekan ini. Petenis 19 tahun yang disebut sebagai petenis remaja peringkat ke-10 itu menyingkirkan unggulan kedua Elena Rybakina lewat pertarungan tiga set: 7-5, 4-6, 6-4.

Mboko sempat tertinggal 2-4 pada set penentuan ketika Rybakina—juara Australian Open 2026—memburu kemenangan ke-10 beruntun. Namun Mboko membalikkan keadaan dengan merebut empat gim terakhir, lalu menuntaskan kemenangan pada match point keempat.
Menariknya, Mboko kini menjadi unggulan tertinggi yang tersisa, sekaligus sudah menaklukkan dua pemain Top 10 secara beruntun: Mirra Andreeva dan Rybakina. Dalam debutnya di Doha, dan baru memainkan turnamen WTA 1000 untuk kali keenam, ia memastikan semifinal keduanya. Tahun lalu, Mboko juga mencatat prestasi besar dengan menjuarai WTA 1000 Montreal.
Mboko pun mengakui tantangan besar menanti saat menghadapi Ostapenko yang sudah sangat akrab dengan kondisi lapangan Doha. “Dia mengenal lapangan ini dengan baik, dia mengenal lingkungannya. Saya berharap dia akan memainkan tenis yang sangat bagus. Kita lihat apa yang terjadi,” kata Mboko.
Secara permainan, Mboko tampil agresif dengan torehan 126 winner, terbanyak di Doha. Sementara bagi Ostapenko, ini merupakan semifinal Doha keempat dalam kariernya. Meski Ostapenko berstatus juara tunggal Grand Slam—mengangkat trofi French Open 2017—ia belum pernah memenangi gelar WTA 1000. Namun, dua dari tiga final WTA 1000 yang pernah ia capai terjadi di Doha.
Setelah duel Ostapenko–Mboko, semifinal lain mempertemukan Maria Sakkari dan Karolina Muchova. Sakkari tiba di empat besar usai menang dramatis tiga set atas unggulan nomor satu sekaligus juara Doha tiga kali, Iga Swiatek. Kemenangan itu juga menjadi sinyal kebangkitan Sakkari di level elite.
Sakkari sebelumnya sempat memenangi tiga pertemuan awal melawan Swiatek, lalu mengalami empat kekalahan beruntun. Kini, dengan menundukkan Swiatek dan sebelumnya Jasmine Paolini, untuk pertama kalinya sejak WTA Finals 2022 Sakkari meraih dua kemenangan atas Top 10 dalam satu turnamen.
“Saya jelas berusaha untuk kembali ke puncak permainan,” kata petenis 30 tahun itu. Ia menilai cara untuk kembali ke level terbaik adalah menaklukkan para pemain elit, ditopang pengalaman dan kesabaran yang lebih matang.
Ini menjadi semifinal Doha ketiga bagi Sakkari dalam lima tahun. Ia membidik gelar WTA 1000 keduanya setelah menjuarai Guadalajara 2023.
Sementara itu, Muchova melaju ke semifinal usai menang 6-3, 6-4 atas Anna Kalinskaya. Petenis 29 tahun tersebut mencatat semifinal WTA 1000 keempat dalam kariernya, serta membuka tahun 2026 dengan rekor 10-2—termasuk semifinal di Brisbane dan babak keempat Australian Open.
Dalam empat laga pekan ini, Muchova hanya kehilangan 19 gim. Ia juga dikenal sebagai finalis WTA 1000 dua kali, mencapai final Cincinnati 2023 dan Beijing 2024.
Ada momen menarik ketika pewawancara menyebut “pertandingan besok melawan Maria Sakkari”. Muchova langsung menggeleng. “Ini sudah hari ini, bukan besok,” ujarnya, merujuk pada waktu yang sudah melewati tengah malam. Muchova menutup dengan menegaskan kesiapan menghadapi tantangan, mengingat keduanya sudah beberapa kali saling berhadapan.

No Comments