

(Photo by Luke Hales/Getty Images) GIBOL.CO.ID — Jessica Pegula akhirnya menembus semifinal Australian Open untuk pertama kalinya. Petenis Amerika itu menyingkirkan kompatriotnya, Amanda Anisimova, pada perempat final, Rabu, dan memastikan tempat di empat besar Melbourne.

Unggulan keenam Pegula menaklukkan unggulan keempat Anisimova dengan skor 6-2, 7-6 (1) dalam waktu satu jam 35 menit. Hasil ini mengantar Pegula bertemu Elena Rybakina di semifinal.
“Ini luar biasa. Saya mampu melangkah lebih jauh di US Open beberapa tahun terakhir, tetapi ini adalah Grand Slam pertama di mana saya benar-benar berhasil. Dan, saya adalah perempat finalis tiga kali, dan kemudian tahun ini, empat kali,” kata Pegula dikutip dari WTA.
“Saya seperti, ‘Ini pasti akan terjadi. Di babak selanjutnya, saya harus mencapai semifinal.’ Karena saya merasa bermain tenis dengan sangat baik di sini dan saya menyukai kondisi lapangannya,” lanjut petenis berusia 31 tahun itu.

Pegula mengaku selama ini merasa permainannya selalu berada di level bagus setiap kali tampil di Melbourne, termasuk saat harus tersingkir pada edisi-edisi sebelumnya. Karena itu, ia menilai momen “terobosan” ini seperti sesuatu yang memang sudah ia tunggu.
“Dan, saya selalu merasa, bahkan dalam pertandingan yang saya kalahkan di sini, saya tetap bermain dengan baik. Jadi saya telah menunggu saat di mana saya bisa meraih terobosan,” ujarnya.
Kemenangan atas Anisimova menjadi semifinal Grand Slam ketiga bagi Pegula, dan yang pertama di turnamen major selain US Open. Ia juga melanjutkan dominasinya atas sesama petenis Amerika di panggung Grand Slam.
Hasil ini menandai kemenangan kedelapan beruntun Pegula atas petenis Amerika di Grand Slam. Ia juga menjadi petenis putri Amerika pertama yang mampu mengalahkan tiga rekan senegaranya dalam satu edisi Australian Open sejak Gigi Fernández melakukannya pada 1993.
Dalam perjalanan menuju perempat final, Pegula mengalahkan McCartney Kessler di babak kedua, kemudian menyingkirkan juara bertahan Madison Keys di babak keempat, sebelum menaklukkan Anisimova. Ia pun mempertegas catatan pertemuannya menjadi 4-0 atas Anisimova di level WTA Tour.
Secara permainan, Pegula lebih unggul dalam aspek servis. Meski Anisimova sedikit lebih baik dalam persentase servis pertama (61 persen berbanding 60 persen), Pegula mendominasi kategori lainnya: mencetak lebih banyak ace (enam berbanding dua), membuat lebih sedikit kesalahan ganda (dua berbanding tujuh), serta memenangi persentase poin servis pertama yang lebih tinggi (70 persen berbanding 58 persen).
Set pertama berjalan relatif mulus untuk Pegula. Namun set kedua berubah menjadi pertarungan mental. Anisimova sempat meraih break pertamanya di pertandingan ini dan memimpin 5-3, membuka peluang menutup set. Pegula langsung membalas dengan break, lalu mempertahankan servis, dan kembali melakukan break untuk unggul 6-5.
Ketika mendapatkan kesempatan servis untuk menutup pertandingan, Pegula justru kehilangan servis lagi. Set pun harus ditentukan lewat tiebreak.
“Saya merasa memenangi banyak poin. Saya merasa bisa memenangi reli dan saya merasa bisa memberikan tekanan,” kata Pegula.
“Jadi setelah servis saya dipatahkan, saya hanya berkata pada diri sendiri, ‘Kembali bersemangat. Kamu harus memenangi tiebreak ini kecuali kamu ingin bermain hingga set ketiga’. Dan, saya benar-benar tidak ingin itu,” lanjutnya.
Pegula mengakui Anisimova bisa menjadi sangat berbahaya saat tertinggal karena bermain lebih lepas. Namun Pegula mampu mengendalikan situasi di tiebreak.
“Ketika dia tertinggal, dia benar-benar bermain tanpa beban dan itu sangat berbahaya. Jadi saya senang saya mampu membalikkan keadaan itu di tiebreak,” ujar peringkat enam dunia tersebut.
Di tiebreak, Pegula merebut mini-break pertama saat kedudukan 3-1, lalu mengambil poin lagi dari servis Anisimova untuk memimpin 4-1 ketika frustrasi mulai terlihat pada finalis Grand Slam dua kali itu. Pegula kemudian mencetak tujuh poin beruntun untuk menutup pertandingan dan mengunci tiket semifinal.

No Comments