

(Photo by BAY ISMOYO / AFP) (Photo by BAY ISMOYO/AFP via Getty Images) GIBOL.CO.ID – Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), menerima penghargaan bergengsi dari Federasi Judo Internasional (IJF) berupa sabuk hitam dan pin berlian pada acara Judo Gala Paris Grand Slam 2026. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden IJF, Marius Vizer, sebagai apresiasi terhadap dedikasi Oktohari dalam memajukan olahraga judo, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara dan Asia.

“Saya sangat berterima kasih kepada Presiden IJF, Marius Vizer, atas anugerah ini. Ini adalah penghargaan yang luar biasa besar bagi saya. Namun, penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk negara saya, Indonesia,” ujar Oktohari setelah menerima penganugerahan tersebut.
Sabuk hitam dalam judo adalah simbol tertinggi dalam olahraga ini, sementara pin berlian diberikan kepada individu yang memiliki pengaruh besar dan mendukung pengembangan olahraga judo di tingkat global. Dengan penghargaan ini, Oktohari diakui sebagai bagian dari keluarga besar IJF yang memiliki tingkat kepercayaan dan pengaruh yang sangat besar dalam dunia judo internasional.
Oktohari menilai penghargaan tersebut sebagai bukti nyata dari keberhasilan diplomasi olahraga Indonesia yang semakin mendapatkan pengakuan internasional. Ia menyatakan bahwa Indonesia tidak hanya harus menjadi “jagoan di kandang sendiri” tetapi juga harus aktif dalam membangun hubungan dan kerja sama di tingkat global. “Diplomasi olahraga Indonesia harus terus berkembang, tidak hanya hadir dalam forum internasional, tetapi juga membangun relasi yang konkret dan membuka peluang kerja sama jangka panjang,” tambahnya.

Selama beberapa tahun terakhir, NOC Indonesia telah berupaya memperkuat hubungan dengan berbagai federasi internasional dan organisasi olahraga regional seperti Badan Olimpiade Asia (OCA). “Komunikasi yang proaktif dan konsistensi dalam forum internasional adalah bagian dari strategi untuk membangun posisi Indonesia di panggung global,” jelas Oktohari.
Oktohari juga menekankan pentingnya jejaring internasional yang kuat untuk memperluas akses kolaborasi serta ruang pertukaran pengetahuan yang dapat meningkatkan standar dan transparansi dalam tata kelola olahraga nasional. “Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kelas internasional,” ujarnya.
Presiden IJF, Marius Vizer, mengungkapkan bahwa sabuk hitam yang diberikan kepada Oktohari adalah simbol pencapaian tertinggi dalam judo. “Black Belt adalah penghargaan untuk seseorang yang telah mendedikasikan dirinya untuk mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang,” ujar Marius. Ia berharap dapat terus membangun federasi judo yang kuat di Indonesia dan mengembangkan program pendidikan judo di sekolah-sekolah.
Dengan penghargaan ini, diharapkan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah olahraga internasional dan mampu menjalin hubungan yang solid dengan berbagai federasi global untuk memajukan olahraga di tanah air.

No Comments