

(Photo by Shi Tang/Getty Images) GIBOL.CO.ID – Kabar gembira datang dari panggung bulu tangkis nasional setelah Anthony Sinisuka Ginting dipastikan kembali ke lapangan hijau. Tunggal putra andalan Indonesia ini resmi melakukan comeback setelah namanya masuk dalam daftar skuad Merah Putih untuk Kejuaraan Beregu Asia 2026 yang akan dihelat di Qingdao, China, pada 3–8 Februari mendatang.

Pengumuman resmi dari PP PBSI pada Kamis ini menandai berakhirnya masa absen Ginting dari kompetisi internasional. Sebelumnya, pemain kelahiran Cimahi tersebut sempat menepi dari sirkuit dunia untuk fokus pada urusan keluarga serta menjalani proses pemulihan cedera yang dialaminya. Kehadiran Ginting diharapkan menjadi suntikan moral bagi tim putra Indonesia yang mengusung misi besar di Negeri Tirai Bambu.
Namun, kejutan terjadi dalam susunan pemain yang dirilis. PBSI secara mengejutkan tidak menyertakan juara dunia junior 2023, Alwi Farhan. Sebagai gantinya, otoritas bulu tangkis Indonesia memberikan panggung kepada darah muda seperti Moh Zaki Ubaidillah, Richie Duta Richardo, dan Prahdiska Bagas Shujiwo untuk mendampingi Ginting di sektor tunggal.
Strategi kombinasi pemain muda dan senior juga terlihat jelas di sektor ganda putra. Muhammad Rian Ardianto dipercaya menjadi sosok mentor bagi para juniornya. Menariknya, tidak ada nama Fajar Alfian maupun Muhammad Shohibul Fikri dalam daftar kali ini. Kekuatan ganda putra akan bertumpu pada pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Rahmat Hidayat, serta duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Beralih ke sektor putri, angin segar berhembus seiring pulihnya Ester Nurumi Tri Wardoyo dari cedera retak tulang kering yang membekapnya sejak September 2025. Ester akan bahu-membahu bersama Putri Kusuma Wardani yang tengah dalam kondisi fisik prima usai tampil di Malaysia Open dan India Open. Guna regenerasi jangka panjang, PBSI juga memboyong talenta muda seperti Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
Berdasarkan hasil undian, tim putra Indonesia yang berstatus unggulan kedua tergabung dalam Grup D bersama rival abadi Malaysia dan Myanmar. Duel kontra Malaysia diprediksi akan menjadi laga hidup-mati untuk menentukan juara grup. Sementara itu, tim putri Indonesia harus berjuang ekstra keras di Grup X karena akan menghadapi tantangan hebat dari raksasa Jepang serta Hong Kong.

No Comments