

(Photo by Andy Cheung/Getty Images) GIBOL.CO.ID – Legenda hidup tenis dunia, Roger Federer, mengaku dirundung rasa gugup saat bersiap kembali ke Melbourne Park. Pemilik 20 gelar Grand Slam tersebut dijadwalkan menjadi bintang utama dalam upacara pembukaan Australian Open 2026 yang akan digelar pada Sabtu (17/1) malam, tepat sebelum turnamen resmi dimulai keesokan harinya.

Pria berusia 44 tahun ini mengungkapkan bahwa kembali berada di bawah sorotan lampu stadion dan berhadapan dengan media memberinya sensasi yang berbeda setelah lama menepi dari turnamen kompetitif. “Saya sedikit gugup. Sejujurnya, saya sudah tidak lagi melakukan konferensi pers seperti ini,” ujar Federer saat menyapa awak media sebagaimana dikutip dari laman resmi Australian Open, Jumat.
Reuni Para Penguasa Ranking Satu Dunia
Kehadiran Federer bukan sekadar seremoni. Ia akan turun ke lapangan Rod Laver Arena untuk melakoni laga eksebisi bersama para mantan petenis nomor satu dunia lainnya, yakni Pat Rafter, Andre Agassi, dan Lleyton Hewitt. Momen ini juga menjadi kesempatan emas bagi publik Melbourne untuk mengucapkan perpisahan secara resmi kepada sang maestro, mengingat Federer terakhir kali berlaga di sana pada semifinal tahun 2020 sebelum pensiun pada 2022.
Federer mengaku senang bisa “membuka perban” dan keluar dari zona nyaman di rumah demi menyapa penggemarnya kembali. Ia merasa terhormat bisa berbagi lapangan dengan para rival lama yang sangat ia hormati. “Berada di lapangan bersama Lleyton, Pat yang selalu saya sukai meski tidak pernah saya kalahkan, dan Andre yang beruntung bisa saya lawan sekitar 10 kali, akan membuat saya merasa lebih baik,” tambahnya.

Mengenang Keajaiban Final 2017
Dalam perjalanan nostalgia ini, Federer didampingi oleh orang tua dan keempat anaknya. Saat ditanya mengenai momen paling berkesan dari enam gelar yang diraihnya di Australia (2004, 2006, 2007, 2010, 2017, 2018), petenis asal Swiss ini tanpa ragu menunjuk kemenangan epik atas Rafael Nadal pada final 2017.
Kemenangan lima set tersebut dianggapnya sebagai sebuah mimpi, mengingat ia baru saja pulih dari cedera panjang dan datang tanpa ekspektasi tinggi. “Berhasil ke final dan memenanginya menjadikan itu salah satu final paling istimewa yang pernah saya alami,” kenangnya emosional. Kini, setelah benar-benar menyesuaikan diri dengan kehidupan pasca-pensiun, Federer merasa bangga dengan segala pencapaian yang telah ia raih sepanjang 24 tahun karier profesionalnya.

No Comments