Berdasarkan siaran DAZN yang dipantau di Jakarta, Senin, laga berjalan ketat dan sulit diprediksi sampai momen penentu terjadi di ronde terakhir. Kurang dari 10 detik setelah ronde ke-12 dimulai, Figueroa mendaratkan hook kiri yang menjadi awal runtuhnya pertahanan Ball.
Ball tampil eksplosif sejak awal. Figueroa yang bertinju dengan posisi southpaw sempat kesulitan meredam Sang Juara yang terus masuk ke jarak serang. Di fase awal itu, Figueroa sempat terguncang oleh pukulan kanan pendek, lalu kepalanya terayun akibat rangkaian uppercut saat keduanya terlibat clinch pertama.
Dari jarak jauh, pukulan Figueroa dinilai terlalu lambat dan melebar untuk Ball. Petinju dengan tinggi 160 centimeter itu lincah keluar masuk jarak untuk melancarkan serangan cepat dan menyakitkan, termasuk hook kiri pembuka yang melompati jab southpaw Figueroa.

Namun, memasuki ronde ketiga, Figueroa mulai mengubah pendekatan. Meski memiliki keunggulan tinggi badan sekitar enam inci atas Ball, petinju asal Texas itu cerdas memilih bertarung jarak dekat dan perlahan menemukan ritmenya. Tekanan agresif Figueroa membuat Ball semakin sulit mengatur irama serangan, sementara hook hook ke tubuh mulai lebih sering diarahkan untuk mengikis tenaga sang lawan.
Tekanan kembali ditingkatkan di ronde kedelapan. Figueroa makin rutin membidik tubuh Ball, menutup jarak, lalu melepaskan serangan sebelum Ball sempat membalas. Momentum itu berlanjut di ronde kesembilan ketika Figueroa terus memaksa Ball ke tali ring berulang kali. Meski tanpa satu pukulan penentu yang mencolok pada fase ini, Figueroa tampak mengendalikan jalannya laga.
Puncaknya terjadi pada awal ronde terakhir. Figueroa memulai penyelesaian lewat pukulan telak yang membuat Ball tersungkur di kanvas. Ball sempat bangkit pada hitungan delapan, tetapi Figueroa langsung melancarkan serangan lanjutan. Hujan pukulan membuat Sang Juara terlempar keluar ring melalui tali, sebelum wasit Steve Gray menghentikan pertandingan pada detik ke-32 ronde ke-12 setelah hitungan singkat.
Kemenangan tersebut membuat Figueroa merebut sabuk juara milik Ball dan mengukuhkan petinju berusia 29 tahun itu sebagai juara dunia dua kali di kelas 126 pon. Rekor Figueroa kini 27 kemenangan termasuk 19 KO, dua kekalahan, dan satu imbang. Sementara itu, Ball kehilangan gelar sekaligus rekor tak terkalahkannya, dengan catatan 23 kemenangan (13 KO), satu kekalahan, dan satu hasil imbang.







No Comments