x

Gasperini Rendah Hati Usai Roma Lolos 16 Besar: “Unggulan atau Tidak, Saya Tak Tahu”

waktu baca 2 menit
Jumat, 30 Jan 2026 09:49 16 admin

GIBOL.CO.ID — Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini menolak menyebut timnya sebagai unggulan di Liga Europa 2025/2026, meski Giallorossi memastikan tempat di babak 16 besar. Kepastian itu didapat setelah Roma bermain imbang 1-1 melawan Panathinaikos di Stadion Olimpiade Athena, Marousi, Jumat dini hari WIB.

“Kami unggulan atau tidak, saya tidak mengetahui hal-hal seperti itu. Karena, bahkan, saya tidak akan terlalu kecewa jika kami harus melalui babak playoff,” ujar Gasperini, dikutip dari laman resmi AS Roma.

Alih-alih larut dalam label favorit, pelatih asal Italia itu menegaskan fokusnya tetap pada proses: bagaimana Roma bisa berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Ia menaruh perhatian besar pada upaya menyatukan pemain muda dan senior agar skuad makin solid menghadapi fase gugur.

Dalam pandangannya, kombinasi generasi menjadi kunci. Nama-nama seperti Niccolo Pisilli (21 tahun), Jan Ziolkowski (20 tahun), dan Matias Soule (22 tahun) diharapkan terus menyerap pengalaman dari figur senior seperti Paulo Dybala, Lorenzo Pellegrini, dan Kostas Tsimikas demi meningkatkan kualitas permainan.

“Saya selalu beruntung bisa bekerja sama dengan para pemain sirkel inti (berpengalaman-red) di sini, termasuk juga saat masih di Bergamo (Atalanta-red). Mereka selalu menyuntikkan DNA klub kepada pemain muda dan menjadi panutan pemain muda. Mereka adalah sumber kepercaayaan diri dan profesionalisme,” tutur Gasperini.

Cedera Jadi Tantangan Utama Roma

Menurut Gasperini, tantangan paling nyata Roma saat ini bukan urusan status unggulan, melainkan daftar cedera yang terus mengganggu. Ia menilai kondisi tersebut tak lepas dari jadwal pertandingan yang padat.

Sejumlah pemain yang masih menjalani perawatan adalah Artem Dovbyk, Evan Ferguson, Manu Kone, Mario Hermoso, dan Stephan El Shaarawy.

“Saya jadi sangat baik akhir-akhir ini. Saya jarang memberikan pemain menu latihan. Ketika kami bermain setiap tiga hari, latihan apa yang harus saya berikan? Faktanya, pertandingan itulah yang menjadi sesi latihan kami,” ujarnya.

Roma Lolos Meski Main 10 Orang

Roma memastikan tiket 16 besar setelah imbang 1-1 melawan Panathinaikos. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat Vicente Taborda (58’), sebelum Roma menyamakan kedudukan melalui Jan Ziolkowski (80’).

Dalam pertandingan itu, Roma harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-15 setelah Gianluca Mancini menerima kartu merah langsung. Meski demikian, hasil imbang tetap cukup mengantar Paulo Dybala dan rekan-rekannya lolos langsung ke babak 16 besar Liga Europa UEFA 2025/2026, usai menutup fase liga di posisi kedelapan dengan 16 poin dari delapan pertandingan.

Sementara Panathinaikos masih harus melanjutkan perjuangan via babak playoff untuk memperebutkan satu dari delapan slot tersisa di 16 besar. Klub Yunani tersebut finis di peringkat 20 dengan 12 poin dari delapan laga.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x