x

Indra Sjafri: 5 Langkah PSSI Menuju Piala Dunia

2 minutes reading
Wednesday, 4 Feb 2026 03:56 3 admin

GIBOL.CO.ID — Praktisi sepak bola sekaligus mantan pelatih tim nasional Indonesia, Indra Sjafri, membeberkan lima langkah yang dinilai wajib ditempuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk membangun fondasi sepak bola nasional agar punya peluang tampil di Piala Dunia.

Indra menegaskan, kunci pertama dimulai dari pembangunan infrastruktur yang tidak melulu terpusat di kota besar. Menurutnya, pembinaan usia dini justru akan kuat bila fasilitas sepak bola menyentuh daerah hingga desa.

“Infrastruktur bukan hanya membangun stadion di kota, lapangan sepak bola di desa juga harus diperbaiki,” kata Indra saat kegiatan Dialog Meja Bundar bertema “Piala Dunia 2026, pers, dan peradaban publik kita, siaran olahraga sebagai ruang edukasi, literasi, dan penguatan nilai kepublikan” di Auditorium Bung Karno LPP TVRI, Jakarta, Selasa.

Ia menyebut Indonesia masih membutuhkan pembenahan mendasar agar memiliki peluang realistis menembus panggung Piala Dunia, minimal pada 2034.

Langkah kedua yang ia soroti adalah pembaruan kurikulum sepak bola nasional agar sejalan dengan perkembangan dan tren permainan di level global. Indra menilai kurikulum yang adaptif menjadi penentu agar metode latihan dan pendekatan taktik tidak tertinggal dari negara-negara maju.

Berikutnya, Indra menempatkan kualitas pelatih sebagai pilar ketiga. Ia mendorong Indonesia memperbanyak pelatih berkualitas, termasuk pemegang lisensi A Pro, karena peningkatan kuantitas dan kualitas pelatih disebut sebagai prasyarat kemajuan.

“Indonesia baru punya 44 orang pelatih yang berlisensi A Pro, kalau dibandingkan dengan Jepang misalnya, mereka sudah punya ribuan pelatih berlisensi tersebut,” ujarnya.

Langkah keempat, lanjut Indra, Indonesia perlu memiliki jalur pembinaan pemain yang jelas dan terstruktur, mulai dari usia dini hingga level profesional. Sistem berjenjang diyakini mampu menciptakan kesinambungan dalam pengembangan talenta, sehingga regenerasi tidak putus di tengah jalan.

Sementara itu, langkah kelima yang dianggap tak kalah krusial adalah penguatan kompetisi usia muda. Indra menilai kompetisi yang rutin dan berkualitas akan memperkaya jam terbang sekaligus membentuk mental bertanding pemain muda sebagai fondasi jangka panjang.

Terkait poin itu, Indra mengapresiasi PSSI yang disebutnya sudah memulai langkah kelima tersebut. Ia pun menekankan, pembicaraan target Piala Dunia 2034 baru masuk akal bila lima pekerjaan rumah itu benar-benar dibereskan.

“Kalau lima hal ini diperbaiki, baru cita-cita 2034 bisa dibicarakan,” kata pria berumur 63 tahun itu.

Di sisi lain, Indra juga menilai siaran Piala Dunia 2026 melalui TVRI berpotensi menjadi sarana edukasi bagi pelatih, praktisi, dan masyarakat luas untuk memahami perkembangan sepak bola dunia. Ia berharap momentum itu dimanfaatkan untuk mempercepat peningkatan literasi dan kualitas sepak bola nasional.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x