GIBOL.CO.ID — Korea Selatan langsung mengirim sinyal kuat pada awal musim kompetisi bulu tangkis 2026. Negeri Ginseng sukses memborong dua gelar utama pada ajang BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2026 melalui kemenangan An Se-young di sektor tunggal putri serta pasangan Kim Won-ho/Seo Seung-jae di ganda putra.
Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu, An Se-young kembali menunjukkan dominasinya dengan menundukkan wakil China Wang Zhi Yi pada partai final tunggal putri. Pebulu tangkis peringkat satu dunia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 24-22 dalam duel yang berlangsung ketat, terutama pada gim kedua.
Gelar tersebut menjadi titel ketiga beruntun An Se-young di Malaysia Open, sekaligus memperpanjang catatan konsistensinya setelah menutup musim 2025 dengan berbagai pencapaian impresif. Meski kembali mencetak rekor, An Se-young menegaskan dirinya memilih fokus pada proses ketimbang target statistik.
“Saya mencoba untuk lebih rileks dan menenangkan diri. Tanpa saya sadari, saya bisa mengejar dan berbalik unggul,” ujar An Se-young, dikutip dari laman resmi BWF, Senin. Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu menambahkan, ia tidak ingin terbebani dengan pencapaian rekor pada musim ini dan memilih menjalani turnamen demi turnamen dengan pendekatan yang lebih tenang.
Keberhasilan Korea Selatan berlanjut di sektor ganda putra. Kim Won-ho/Seo Seung-jae tampil solid untuk mengamankan gelar juara usai melewati laga final yang menegangkan melawan pasangan tuan rumah Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pasangan Malaysia tersebut berambisi mengakhiri puasa gelar di Malaysia Open yang telah berlangsung delapan tahun, serta 11 tahun khusus sektor ganda putra.
Setelah saling berbagi kemenangan di dua gim awal, Kim/Seo akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 21-15, 12-21, 21-18. Seo Seung-jae mengungkapkan bahwa ia sebenarnya tampil dengan kondisi bahu yang belum sepenuhnya pulih sejak perempat final, namun kerja sama yang solid dengan pasangannya menjadi kunci kemenangan.
“Bahunya masih terasa sakit, tapi Won-ho banyak membantu di lapangan,” kata Seo. Kemenangan ini melanjutkan tren positif Kim/Seo sejak kembali dipasangkan dan meraih gelar pertama mereka di turnamen yang sama pada awal 2025. Keduanya menilai komunikasi dan kekompakan sebagai fondasi utama konsistensi performa mereka.
Sejalan dengan An Se-young, Kim Won-ho dan Seo Seung-jae juga menegaskan tidak ingin terlalu memikirkan rekor. Fokus utama mereka adalah menjaga performa dan kondisi fisik sepanjang musim yang panjang.
“Lebih penting bagi kami untuk tampil maksimal di setiap pertandingan dan menjalani musim tanpa cedera,” ujar Kim.
Dominasi Korea Selatan di awal tahun ini menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama pada tur dunia 2026, sekaligus menetapkan standar tinggi sejak turnamen pembuka musim.
Sementara itu, di sektor tunggal putra, wakil Thailand Kunlavut Vitidsarn keluar sebagai juara setelah juara bertahan asal China Shi Yu Qi memutuskan mundur pada laga final saat skor menunjukkan 23-21, 6-1.
China tetap menunjukkan kekuatannya di sektor ganda putri dan ganda campuran. Liu Shengshu/Tan Ning merebut gelar ganda putri setelah mengalahkan pasangan Korea Selatan Baek Ha Na/Lee So Hee dengan skor 21-18, 21-12. Di sektor ganda campuran, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping memastikan gelar juara usai menundukkan kompatriot mereka Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xing dengan skor 21-19, 21-19.
Adapun Indonesia harus mengakhiri Malaysia Open 2026 tanpa gelar. Dua wakil terakhir, Jonatan Christie di tunggal putra serta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di ganda putra, sama-sama terhenti di babak semifinal.
No Comments