x

Musetti Unggul Dua Set, Cedera Paksa Mundur: Djokovic Lolos ke Semifinal Australian Open dan Catat 103 Kemenangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 28 Jan 2026 21:46 27 admin

GIBOL.CO.ID — Novak Djokovic melaju ke semifinal Australian Open setelah Lorenzo Musetti terpaksa mundur ketika sedang unggul 6-4, 6-3, 1-3 dalam pertandingan perempat final di Melbourne, Rabu. Laga yang semula mengarah pada kejutan besar berakhir pahit bagi petenis Italia itu akibat cedera.

“Saya tidak tahu harus berkata apa selain saya merasa sangat kasihan padanya dan dia adalah pemain yang jauh lebih baik,” kata Djokovic dikutip dari ATP.

Musetti melangkah ke Rod Laver Arena dengan catatan kurang meyakinkan di Grand Slam melawan Djokovic—ia selalu kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya. Namun kali ini, petenis Italia itu justru tampil luar biasa, mengambil alih kontrol dan unggul dua set lebih dulu.

Di set ketiga, Musetti tampak mengalami masalah pada paha kanan atasnya pada gim ketiga. Meski sempat mencoba melanjutkan setelah mendapat perawatan fisioterapis pada kedudukan 1-2, ia akhirnya terpaksa menghentikan pertandingan setelah dua jam delapan menit.

“Saya sedang dalam perjalanan pulang malam ini. Hal-hal seperti ini terjadi dalam olahraga. Itu pernah terjadi pada saya beberapa kali, tetapi berada di perempat final Grand Slam, unggul dua set, dan mengendalikan permainan sepenuhnya, itu sangat disayangkan,” ujar Djokovic.

Djokovic bahkan menilai Musetti seharusnya menjadi pemenang pada laga tersebut.

“Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya katakan dan saya benar-benar berharap dia cepat pulih. Dia seharusnya menang hari ini, tidak diragukan lagi.”

Di balik kelolosan yang dramatis itu, Djokovic juga menorehkan catatan penting. Dengan turun bertanding pada Rabu, ia menjadi petenis putra ketiga—setelah Jimmy Connors dan Roger Federer—yang mencapai 1.400 pertandingan tingkat tur.

Setelah Musetti mundur, Djokovic juga melampaui Federer untuk memegang rekor kemenangan pertandingan tunggal terbanyak di Australian Open, yakni 103 kemenangan.

Namun, Djokovic menyadari dirinya harus tampil jauh lebih baik jika ingin melangkah lebih jauh. Di semifinal, ia akan menghadapi pemenang antara juara bertahan dua kali Jannik Sinner atau Ben Shelton.

Sebelum cedera, Musetti yang berperingkat lima dunia memang benar-benar memimpin jalannya laga. Ia bahkan sempat membalikkan defisit 0-2 di set pertama, lalu menurut statistik ATP, Musetti mematahkan servis Djokovic lima kali dalam dua set pertama. Djokovic sendiri memainkan pertandingan pertamanya sejak Sabtu (24/1), setelah melaju ke babak keempat melalui walkover melawan Jakub Mensik, dan terlihat kesulitan menemukan ritme.

“Strategi itu berjalan sangat baik untuk beberapa gim pertama, dan kemudian berubah total,” kata Djokovic, yang kini memimpin 10-1 dalam rekor pertemuan melawan Musetti.

“Empat winner di dua gim pertama, dan tidak ada kesalahan sendiri. Kemudian di sisa pertandingan saya mencetak empat winner lagi dan mungkin 40 kesalahan. Tapi itulah yang dilakukan Lorenzo kepada Anda,” lanjutnya.

“Dia membuat Anda bermain. Ketika Anda berpikir poin sudah selesai, ternyata belum,” ujar petenis berusia 38 tahun itu.

Djokovic menegaskan ia tidak merasakan bola dengan baik pada set-set awal, namun juga mengakui itu dipengaruhi kualitas dan variasi permainan Musetti.

“Saya hanya tidak merasakan bola dengan baik hari ini di beberapa set pertama, tetapi itu juga karena kualitas dan variasi permainannya. Saya sangat beruntung bisa melewati pertandingan ini hari ini.”

Djokovic kini memburu gelar Australian Open ke-11 yang akan memperpanjang rekornya, sekaligus gelar Grand Slam ke-25 sepanjang karier. Ia juga tercatat sebagai semifinalis tunggal putra tertua kedua di Australian Open pada era tenis modern atau Open, hanya lebih muda dari Ken Rosewall pada 1976 dan 1977.

Menariknya, Djokovic telah mencapai semifinal pada lima Grand Slam terakhir yang ia ikuti, tetapi belum memenangi satu pun pertandingan semifinal tersebut.

Bagi Musetti, laga ini menyisakan “andai”. Ia disebut akan naik ke peringkat ketiga dunia apabila mampu mencapai semifinal Grand Slam ketiganya. Petenis Italia berusia 23 tahun itu juga tercatat sebagai petenis pertama pada era tenis modern atau Open yang mengundurkan diri di perempat final Grand Slam setelah memenangi dua set pertama.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x