x

Rybakina Singkirkan Swiatek 7-5, 6-1: Kembali ke Semifinal Australian Open untuk Pertama Kali sejak Final 2023

3 minutes reading
Wednesday, 28 Jan 2026 18:27 5 admin

GIBOL.CO.ID — Untuk pertama kalinya sejak mencapai final 2023, Elena Rybakina kembali menjejak semifinal Australian Open. Unggulan kelima itu menyingkirkan unggulan kedua Iga Swiatek di perempat final dengan skor 7-5, 6-1, Rabu, dalam laga yang menegaskan momentum kuatnya di awal musim.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kami saling mengenal dengan cukup baik, dan saya hanya mencoba untuk tetap agresif,” kata Rybakina dikutip dari WTA.

Rybakina mengakui set pertama berjalan ketat, terutama karena servis pertama kedua pemain sama-sama tidak stabil. Dalam situasi itu, ia menilai kunci ada pada keberanian menekan lewat servis kedua.

“Di set pertama, servis pertama tidak berjalan baik untuk kami berdua, jadi kami mencoba untuk meningkatkan servis kedua dan saling memberi tekanan,” ujarnya.

Namun arah pertandingan berubah total di set kedua. Rybakina mulai bermain lebih lepas, servisnya membaik, dan tekanan yang ia bangun sejak awal akhirnya meruntuhkan ritme Swiatek.

“Di set kedua, saya mulai bermain lebih bebas, melakukan servis lebih baik, dan saya sangat senang dengan kemenangan ini,” kata petenis berusia 26 tahun tersebut.

Pertandingan berdurasi satu jam 35 menit itu menjadi panggung dominasi Rybakina di fase akhir. Ia memenangi delapan dari sembilan gim terakhir dan sekaligus menyamakan rekor pertemuannya melawan Swiatek menjadi 6-6.

Sempat kehilangan servis di gim pertama, Rybakina kemudian tampil gemilang dalam menjaga service game—meski hanya memasukkan 49 persen servis pertama sepanjang pertandingan. Ia bahkan mampu keluar dari tekanan 0-40 pada kedudukan 1-1 di set pertama, lalu hanya kehilangan 12 poin dalam delapan gim servis berikutnya.

Pukulan servis tetap menjadi senjatanya. Sebelas dari 26 poin kemenangan Rybakina datang dari ace, sejalan dengan statusnya sebagai petenis yang memimpin perolehan ace di WTA Tour pada 2025. Ia juga hanya melakukan 19 kesalahan sendiri, meski 14 di antaranya terjadi pada set pertama—set yang memang berjalan sangat alot dengan sembilan dari 12 gim berakhir deuce.

Sebaliknya, Swiatek kesulitan menjaga konsistensi. Ia hanya membukukan 10 poin kemenangan, sementara jumlah kesalahan sendiri membengkak menjadi 25 hingga laga selesai—angka yang membuatnya semakin sulit keluar dari tekanan agresif Rybakina.

Kemenangan atas Swiatek juga mempertegas tren positif Rybakina: ini menjadi kemenangan ke-18 dalam 19 pertandingan terakhirnya sejak Oktober lalu, sekaligus kemenangan kedelapan beruntun atas pemain Top 10.

Rybakina menyebut peningkatan performanya di akhir musim 2025 masih menjadi sumber energi di Melbourne, termasuk ketika ia menutup musim dengan gelar tak terkalahkan di WTA Finals Riyadh.

“Saya pikir musim lalu, di beberapa turnamen terakhir yang saya mainkan, saya mendapatkan kepercayaan diri melalui pertandingan-pertandingan sulit,” kata Rybakina.

Ia menegaskan pendekatan agresif tetap menjadi fondasi permainannya, termasuk saat harus mengambil risiko di momen-momen tertentu.

“Tentu saja, ini adalah sesuatu yang saya coba terapkan tahun ini, musim ini. Masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, yang perlu dikerjakan, tetapi yang terpenting adalah saya mencoba untuk tetap agresif setiap kali saya mendapat kesempatan untuk maju, mungkin sedikit mengambil risiko,” ujarnya.

“Seperti hari ini, beberapa pukulan sangat dekat dengan garis, tepat di garis, jadi saya senang hasilnya menguntungkan saya, tetapi yang terpenting untuk permainan saya adalah tetap agresif,” kata peringkat lima dunia itu.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x