GIBOL.CO.ID — Timnas Senegal memastikan satu tempat di partai puncak Piala Afrika 2025 setelah menundukkan Timnas Mesir dengan skor tipis 1-0 pada laga semifinal yang digelar di Stadion Grand Stade de Tangier, Tangier, Maroko, Rabu waktu setempat.
Pertandingan berlangsung ketat dan sarat tensi, sebelum Senegal akhirnya memastikan kemenangan melalui gol tunggal Sadio Mane pada menit ke-78. Gol penyerang berpengalaman itu menjadi penentu langkah The Lions of Teranga ke final, sebagaimana dicatat Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Hasil ini mengantarkan Senegal tampil di final Piala Afrika 2025 yang akan berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada Senin (19/1) pukul 02.00 WIB. Sementara itu, Mesir harus mengalihkan fokus ke laga perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Mohammed V, Casablanca, Sabtu (17/1) pukul 23.00 WIB.
Sejak awal laga, Senegal tampil lebih agresif dengan langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir lewat sepakan Nicholas Jackson, meski masih belum mengarah tepat ke sasaran. Tekanan berlanjut ketika Habib Diarra melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun kiper Mesir Mohamed El Shenawy masih mampu mengamankan bola.
Mesir mencoba keluar dari tekanan dengan membangun serangan balik, tetapi rapatnya lini pertahanan Senegal membuat upaya The Pharaohs kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya.
Memasuki babak kedua, Senegal kembali mendominasi permainan. Lamine Camara sempat menguji ketangguhan El Shenawy, yang kembali tampil sigap di bawah mistar. Peluang berikutnya datang dari Iliman Ndiaye, namun tendangannya masih melebar tipis di sisi kiri gawang Mesir.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-78. Sadio Mane memanfaatkan celah di lini belakang Mesir untuk mencetak gol yang mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut sekaligus mengangkat moral Senegal dan memaksa Mesir bermain lebih terbuka di sisa waktu pertandingan.
Mesir berupaya keras mencari gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir. Namun, disiplin pertahanan Senegal mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menegaskan konsistensi Senegal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika. Sementara bagi Mesir, kegagalan melaju ke final menjadi pukulan tersendiri, meski mereka masih memiliki kesempatan menutup turnamen dengan raihan posisi ketiga.
No Comments