

(Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images) GIBOL.CO.ID — Bek Sassuolo, Tarik Muharemovic, secara terbuka mengungkap ambisi besarnya untuk suatu hari tampil di Liga Champions. Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi di tengah meningkatnya ketertarikan sejumlah klub elite Italia, termasuk Inter Milan, terhadap pemain bertahan muda tersebut.

Meski demikian, Muharemovic menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini masih sepenuhnya tertuju pada Sassuolo. Rekan setim Jay Idzes itu mengaku bahagia bersama klubnya dan tidak ingin terburu-buru memikirkan masa depan di luar tim berjuluk Neroverdi tersebut.
“Saya telah menandatangani kontrak dengan Sassuolo hingga 2031 dan saya sangat bahagia di sini. Tapi tentu saja saya ingin mencapai Liga Champions,” ujar Muharemovic, dikutip dari Sempre Inter.
Pernyataan tersebut menjadi cerminan ambisi jangka panjang sang pemain, tanpa mengesampingkan komitmen profesionalnya saat ini. Di tengah rumor ketertarikan Inter Milan dan klub-klub besar lainnya, Muharemovic menegaskan bahwa prioritasnya adalah berkembang bersama Sassuolo.

Dalam kesempatan yang sama, bek kelahiran Bosnia-Herzegovina itu juga mengenang perjalanan awal kariernya yang sempat berbelok tajam ketika masih berusia muda. Muharemovic menceritakan momen penting saat namanya mulai dilirik Juventus, yang menjadi titik balik dalam perjalanan profesionalnya.
“Dulu saya bermain untuk Wolfsberger. Saya melakukan debut tim utama melawan Salzburg,” kenangnya. “Keesokan harinya saya dipanggil ke tim nasional U-19 untuk pertandingan melawan Kroasia dan Arab Saudi. Pemandu bakat Juventus ada di sana untuk menyaksikan pemain Kroasia.”
Namun situasi berubah cepat setelah laga tersebut. “Setelah pertandingan, ayah saya menelepon saya dan berkata: ‘Juventus menginginkanmu.’ Sejak saat itu, saya tidak ingin mendengarkan tawaran lain,” lanjut Muharemovic.
Kesempatan berlatih dan berkembang di lingkungan Juventus memberi pengalaman berharga bagi Muharemovic. Ia mengaku banyak belajar dari para pemain senior, khususnya dua legenda lini belakang Italia, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.
“Saya tidak pernah menyangka Bonucci, yang bahkan tidak tahu siapa saya, akan berhenti dan berbicara dengan saya pada pertemuan pertama kami,” ujar Muharemovic. “Leo memberi saya banyak sekali nasihat. Bagaimana cara bertahan lebih baik, bagaimana menggunakan tubuh saya.”
Ia juga menyoroti peran Chiellini yang selalu memberi contoh positif. “Chiellini juga melakukan hal yang sama, selalu tersenyum. Saya merayakan seperti dia setelah menyelamatkan gawang,” katanya. “Dari Bonucci, saya ingin kepribadiannya, aura yang membuat saya berpikir: hari ini Bonucci melindungi saya.”
Muharemovic menilai Serie A sebagai kompetisi yang sangat cocok dengan karakter permainannya. Namun, ia juga tak menampik bahwa Premier League memiliki daya tarik tersendiri bagi banyak pesepak bola.
“Serie A sangat cocok untuk saya, tetapi Premier League adalah impian setiap orang,” ujarnya.
Ia pun menutup ceritanya dengan kisah masa kecil yang penuh nuansa rivalitas klasik. “Saat masih kecil, saya mendukung Barcelona seperti ayah saya, dan saya berdebat dengan sepupu-sepupu saya yang semuanya penggemar Real Madrid,” pungkasnya.
Dengan usia yang masih muda, kontrak jangka panjang, serta pengalaman belajar dari pemain-pemain elite, Tarik Muharemovic kini berada di jalur penting dalam kariernya. Ambisi Liga Champions telah ia nyatakan, namun untuk saat ini, Sassuolo tetap menjadi rumah dan panggung utama bagi perkembangannya.

Tidak ada komentar