GIBOL.CO.ID – Unggulan teratas sektor putra dan putri Australian Open 2026, Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka, mengawali langkah mereka dengan hasil positif usai meraih kemenangan di babak pertama yang digelar di Rod Laver Arena, Minggu (18/1).
Petenis nomor satu dunia WTA, Aryna Sabalenka, sukses melewati ujian awal dengan menundukkan wakil Prancis Rakotomanga Rajaonah dua set langsung 6-4, 6-1. Kemenangan ini menjadi langkah awal penting bagi Sabalenka yang tengah memburu sejarah sebagai petenis putri pertama sejak Martina Hingis yang mampu mencapai empat final Australian Open secara beruntun.
“Awalnya agak sulit dan saya sangat senang karena bisa menemukan ritme di akhir set pertama. Setelah itu saya merasa lebih percaya diri,” ujar Sabalenka dikutip dari laman resmi Australian Open, Senin.
Laga tersebut disaksikan langsung oleh Rod Laver serta legenda tenis dunia Roger Federer. Seusai pertandingan, Sabalenka bahkan menyempatkan diri berfoto bersama kedua ikon tenis tersebut di tengah lapangan.
Rakotomanga Rajaonah, yang baru pertama kali tampil di babak utama Australian Open, tampil tanpa rasa gentar meski menghadapi petenis papan atas. Bahkan, Sabalenka sempat kehilangan servis di awal laga dan tertinggal 0-1 dari petenis peringkat 118 dunia itu.
Sabalenka juga terlihat masih berusaha menemukan permainan terbaiknya, sempat menyia-nyiakan peluang break point pada kedudukan 3-2 dan 4-3 di set pertama. Namun, ketenangannya kembali muncul pada gim kesembilan krusial. Setelah berhasil menyamakan kedudukan 5-4, Sabalenka mematahkan servis lawan dan mengamankan set pertama.
Memasuki set kedua, Sabalenka tampil jauh lebih dominan dengan merebut 12 dari 15 poin awal dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.
“Saya tidak terlalu mengenalnya. Bermain melawan pemain muda, kidal, dan belum familiar selalu sulit. Saya senang bisa menyelesaikan pertandingan ini dalam dua set,” ujar petenis berusia 27 tahun tersebut.
Catatan ini memperpanjang rekor impresif Sabalenka yang sudah enam tahun tidak pernah tersingkir di babak pertama turnamen Grand Slam sejak kekalahan dari Carla Suarez Navarro di Melbourne.
Sementara itu di sektor putra, Carlos Alcaraz juga melangkah mantap ke babak kedua. Petenis peringkat satu dunia ATP itu menaklukkan wakil tuan rumah Australia Adam Walton dengan skor 6-3, 7-6(2), 6-2.
Meski sempat mengalami tekanan di set kedua setelah tertinggal satu break, Alcaraz mampu bangkit dan mengamankan tiebreak sebelum mendominasi set ketiga. Kemenangan ini menjaga asa Alcaraz untuk mencatat sejarah sebagai petenis termuda yang meraih Career Grand Slam tunggal putra.
“Saya merasa hebat. Adam bermain sangat baik dan memaksa saya tetap berada di level tinggi. Kesulitan di babak pertama justru bagus untuk persiapan ke laga berikutnya,” kata Alcaraz.
Petenis berusia 22 tahun itu juga mengakui bahwa permainan agresif Walton sempat menyulitkannya, terutama dalam reli panjang dari baseline.
“Dia sering berada di posisi yang tepat dan bermain sangat solid. Itu membuat saya harus beradaptasi dengan kondisi lapangan,” tuturnya.
Turnamen ini menjadi Grand Slam ke-20 bagi Alcaraz, yang menjadi sorotan setelah pramusim penuh dinamika, termasuk berakhirnya kerja sama jangka panjang dengan pelatih Juan Carlos Ferrero.
Di babak kedua, Alcaraz dijadwalkan menghadapi petenis Jerman Yannick Hanfmann pada Rabu (21/1), setelah Hanfmann menyingkirkan Zachary Svajda dari Amerika Serikat dalam empat set.
Tidak ada komentar