

(Photo by MIGUEL MEDINA/AFP via Getty Images) GIBOL.CO.ID — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menginginkan Indonesia memiliki sedikitnya lima ajang lari besar yang dapat dirangkai sebagai sirkuit maraton, lalu didorong menjadi magnet global bagi pelari dari berbagai belahan dunia.

“Kalau bisa paling tidak ada lima (ajang) maraton (sebagai sirkuit maraton) di Indonesia,” kata Erick dalam konferensi pers Pocari Sweat Run 2026 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Dalam kesempatan itu, Erick menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Pocari Sweat Run yang telah digelar sejak 2014. Ia menyoroti jumlah peserta yang terus bertambah hingga kini lebih dari 50 ribu peserta.
Menurut Erick, ajang seperti Pocari Sweat Run tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga turut mengerek aktivitas ekonomi. Karena itu, ia ingin ajang sejenis didorong naik kelas menjadi event global yang bisa menarik kedatangan pelari internasional.

“Kalau (penyelenggara) Pocari Sweat Run enggak mau, ya ajak yang lain. Supaya ketika mereka (para pelari) datang, benar-benar bisa juga menjadi seperti collecting point, seperti mengikuti maraton-maraton di dunia,” kata Erick.
Erick menilai ajang lari mampu menggerakkan berbagai ekosistem yang efeknya signifikan terhadap perekonomian negara, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga konsumsi masyarakat.
Ia mencontohkan ajang lari di New York yang diikuti 50-an ribu peserta dan berdampak ekonomi hingga Rp11 triliun, serta ajang lari di Tokyo yang disebut berdampak ekonomi Rp6–7 triliun.
Dengan dorongan membentuk sirkuit maraton di Indonesia, Erick berharap ada beberapa event besar yang menjadi tujuan para pelari dari berbagai negara, sehingga dampaknya ikut dirasakan pada skala ekonomi nasional.

Tidak ada komentar