x

Hurkacz Antar Polandia Juara United Cup, Comeback Emosional Usai Cedera Panjang

waktu baca 3 menit
Senin, 12 Jan 2026 11:19 10 admin

GIBOL.CO.ID — Hubert Hurkacz menuntaskan comeback panjangnya dari cedera dengan cara istimewa. Petenis andalan Polandia itu memimpin negaranya meraih kemenangan atas Swiss pada ajang tim campuran United Cup 2026 yang digelar di Sydney, Australia, Minggu (11/1) malam, sekaligus memastikan gelar juara bagi timnya.

Tampil pada turnamen pertamanya dalam tujuh bulan terakhir setelah menjalani operasi lutut, Hurkacz memikul beban besar di partai tunggal putra. Polandia sempat tertinggal lebih dulu setelah Iga Swiatek takluk dari Belinda Bencic dengan skor 3-6, 6-0, 6-3. Dalam situasi krusial tersebut, Hurkacz tampil tenang dan berhasil menundukkan Stan Wawrinka lewat pertandingan tiga set dengan skor 6-3, 3-6, 6-3.

“Saya agak kehabisan kata-kata. Ini benar-benar luar biasa,” kata Hurkacz dikutip dari laman resmi ATP.
“Ini tentu sangat berarti secara pribadi, tetapi juga hari yang sangat besar bagi Polandia dan tenis Polandia. Kami menunjukkan betapa kuatnya kami sebagai negara dalam tenis,” ujar petenis berusia 28 tahun itu.

Dalam laga tersebut, Hurkacz tampil agresif dengan melepaskan 18 ace ke arah Wawrinka. Ia juga menunjukkan ketangguhan mental dengan menyelamatkan delapan dari sembilan break point yang dihadapinya. Penampilan solid itu menandai kembalinya Hurkacz ke level tertinggi setelah lama menepi sejak Juni tahun lalu.

Secara keseluruhan, Hurkacz memenangi empat dari lima laga tunggalnya di United Cup. Dua di antaranya diraih saat menghadapi pemain Top 10 dunia, Alexander Zverev dan Taylor Fritz, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitasnya belum luntur meski sempat dilanda cedera panjang.

Gelar ini juga menjadi penebusan bagi Hurkacz setelah dua kali nyaris mengangkat trofi United Cup. Pada edisi 2024, ia sempat memiliki dua match point sebelum akhirnya kalah dari Zverev. Sementara pada edisi tahun lalu, Hurkacz harus mengakui keunggulan Taylor Fritz melalui tie-break set ketiga.

Penentuan gelar akhirnya dituntaskan pada partai ganda campuran. Jan Zielinski kembali menunjukkan dominasi saat berpasangan dengan Katarzyna Kawa. Duet Polandia itu menang meyakinkan 6-4, 6-3 atas pasangan Swiss Jakub Paul/Belinda Bencic, yang sebelumnya tampil tak terkalahkan di sektor ganda campuran.

Kemenangan tersebut menjadi kemenangan kelima Zielinski/Kawa di United Cup edisi ini dan memastikan Polandia keluar sebagai juara.

“Akhirnya, kami berhasil. Keberuntungan datang di percobaan ketiga,” ujar Iga Swiatek saat upacara penyerahan trofi.
“Ini benar-benar upaya tim. Hubi, comeback kamu luar biasa setelah berbulan-bulan. Kamu bermain hebat dan menginspirasi kami semua,” kata petenis berusia 24 tahun itu.

Swiatek juga memuji kekompakan tim ganda Polandia. “Kalian mengalahkan semua orang. Itu luar biasa,” tambahnya.

Meski gagal membawa Swiss menjadi juara, Belinda Bencic tetap mencuri perhatian dan dinobatkan sebagai pemain terbaik United Cup. Petenis Swiss itu mengaku bangga dengan pencapaiannya sepanjang turnamen.

“Perasaan saya campur aduk. Kami bisa sangat bangga dengan diri kami sendiri dan benar-benar pantas merayakan ini,” kata Bencic.
“Ini salah satu minggu terbaik dalam hidup saya,” tambahnya.

Pada partai pembuka final, Bencic memperpanjang rekor tak terkalahkannya dengan kemenangan comeback atas Swiatek. Ia menilai kunci keberhasilannya adalah bermain lebih bebas dan menikmati pertandingan.

“Selalu sulit bermain melawan dia. Saya mencoba terus meningkatkan permainan dan mempersulitnya,” ujar Bencic. “Hari ini saya bermain sangat lepas dan benar-benar menikmati setiap momen di lapangan.”

Final United Cup juga menjadi momen emosional bagi Stan Wawrinka. Petenis Swiss berusia 40 tahun itu menjalani turnamen ini dengan harapan membuka musim perpisahannya dengan sebuah gelar. Juara Grand Slam tiga kali tersebut memainkan empat pertandingan tiga set sepanjang turnamen, namun hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima laga tunggal yang dijalaninya.

Meski demikian, United Cup 2026 tetap menjadi panggung pembuktian, terutama bagi Hurkacz dan tim Polandia, yang akhirnya berhasil menutup perjalanan panjang mereka dengan trofi yang selama ini nyaris diraih.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
Exit mobile version