GIBOL.CO.ID — Liga Champions 2025/2026 memasuki malam penentuan. Pertandingan-pertandingan terakhir fase liga akan dimainkan pada Kamis (29/1) dini hari WIB, dengan sejumlah klub masih bertarung sengit untuk merebut tiket-tiket terakhir menuju babak 16 besar.
Dari delapan tiket otomatis lolos ke 16 besar, baru dua tim yang sudah mengamankan tempat: pemuncak klasemen Arsenal (21 poin) dan Bayern Munich di posisi kedua (18 poin). Pada putaran terakhir, Arsenal dijadwalkan menghadapi juru kunci Kairat (1 poin). Sementara itu Bayern masih memiliki peluang menggeser Arsenal—dengan syarat menang atas PSV Eindhoven (posisi ke-22, 8 poin) dan Kairat mampu membuat kejutan saat melawan tim London tersebut.
Persaingan papan atas juga masih terbuka secara matematis. Seluruh tim hingga peringkat ke-17 Galatasaray (10 poin) sampai peringkat ke-18 Qarabag (10 poin) masih berpeluang menutup fase liga di delapan besar. Namun, faktor selisih gol dan adanya pertemuan antartim membuat peluang mereka mengecil.
Di bawah dua besar, Real Madrid (posisi ketiga, 15 poin) unggul dua poin dari Barcelona yang berada di posisi kesembilan (13 poin). Real dipastikan lolos ke 16 besar apabila menang atas Benfica (posisi ke-29) atau minimal bermain imbang melawan tim asuhan Jose Mourinho tersebut.
Liverpool yang berada di posisi keempat (15 poin) juga belum sepenuhnya aman. Mereka membutuhkan kemenangan atas Qarabag untuk mengunci tiket ke-16 besar. Hal serupa berlaku untuk Tottenham Hotspur di posisi kelima (14 poin) yang harus menang atas Eintracht Frankfurt (posisi ke-33). Jika Spurs hanya imbang—atau bahkan kalah—situasinya menjadi rumit karena delapan tim di bawah mereka hanya terpaut satu poin.
Sorotan terbesar putaran terakhir datang dari “klaster 13 poin”, yakni tim-tim dari posisi keenam hingga ke-13. Laga yang paling menyita perhatian adalah PSG (posisi keenam) yang akan menjamu Newcastle United (posisi ketujuh). Pemenang pertandingan ini nyaris pasti lolos, sedangkan tim yang kalah tetap bertahan di 13 poin dan berisiko disalip oleh enam tim di bawahnya.
Chelsea saat ini menempati slot terakhir delapan besar, tetapi tugas mereka tidak ringan karena harus bertandang ke markas Napoli (posisi ke-25, 8 poin). Kemenangan di Naples “mestinya” cukup untuk meloloskan Chelsea, meski kemungkinan kelolosan tetap bisa ditentukan lewat selisih gol. Jika imbang atau kalah, The Blues berpeluang harus melewati babak playoff.
Selisih gol juga menjadi kunci bagi lima tim di posisi kesembilan hingga ke-13. Barcelona (posisi ke-9) dan Sporting (posisi ke-10) sama-sama memiliki selisih gol +5. Barcelona akan menjamu Copenhagen (posisi ke-22, 8 poin), sedangkan Sporting melawat ke markas Athletic Club (posisi ke-23, 8 poin). Baik Copenhagen maupun Athletic masih memburu tiket playoff.
Manchester City (posisi ke-11, selisih gol +4) membuka peluang menembus delapan besar jika mampu mengalahkan Galatasaray (posisi ke-17, 10 poin). Atletico Madrid (posisi ke-12, selisih gol +3) akan menjamu Bodo/Glimt (posisi ke-28). Sementara Atalanta (posisi ke-13, selisih gol +1) membutuhkan kemenangan di markas Union St Gilloise untuk memastikan lolos ke 16 besar, setidaknya melalui jalur playoff.
Di posisi ke-14 dan ke-15 ada Inter Milan dan Juventus yang sama-sama mengoleksi 12 poin. Juventus wajib menang di markas AS Monaco, sedangkan Inter akan bertandang ke Borussia Dortmund (posisi ke-16). Jika keduanya gagal masuk delapan besar, setiap poin tetap krusial demi undian yang lebih menguntungkan di playoff.
Di jalur playoff, ada 16 tiket yang diperebutkan (peringkat 9 sampai 24), dan setiap tim hingga posisi ke-32 Ajax masih memiliki peluang matematis untuk mengamankannya. Dortmund (11 poin, +4), Galatasaray (10 poin, selisih gol 0), dan Qarabag (10 poin, -2) bahkan bisa menembus delapan besar—tetapi juga berisiko terpental dari 24 besar.
Untuk Marseille (9 poin, selisih gol 0) saat menghadapi Club Brugge, hasil imbang bisa cukup, asalkan enam dari tim-tim ini—Bayer Leverkusen, Monaco, PSV, Athletic, Olympiakos, Napoli, dan Copenhagen—gagal meraih kemenangan. Leverkusen dan Monaco sama-sama mengoleksi 9 poin, namun karena selisih gol buruk, mereka kemungkinan harus menang agar aman.
PSV (posisi ke-22) memang memiliki selisih gol positif, tetapi menjamu Bayern jelas bukan perkara mudah—meski ada harapan raksasa Jerman itu mengistirahatkan pemain utama. PSV termasuk lima tim dengan 8 poin bersama Athletic, Olympiakos, Napoli, dan Copenhagen. Dalam situasi tertentu, 9 poin bisa saja cukup—tergantung hasil pertandingan lain.
Bagi Brugge (posisi ke-27, 7 poin), hanya kemenangan yang bisa menjaga harapan mereka. Sementara lima tim lain yang masih punya peluang matematis (masing-masing 6 poin) adalah Bodo/Glimt, Benfica, Pafos, Union, dan Ajax. Union dan Ajax membutuhkan “keajaiban” karena selisih gol minus besar. Pafos akan mencoba segalanya melawan Slavia Praha yang sudah tersingkir, namun mereka juga berharap Bodo/Glimt dan Benfica mampu mengalahkan Atletico Madrid serta Real Madrid—sebuah misi yang jelas berat.
Meski sudah tidak bisa melaju—Eintracht Frankfurt, Slavia Praha, Villarreal, dan Kairat—tetap memburu kemenangan karena setiap hasil berimbas pada hadiah uang. Setiap kemenangan bernilai juta euro, hasil imbang 700 ribu euro, serta ada tambahan 700 ribu euro untuk setiap kenaikan posisi klasemen.

