GIBOL.CO.ID — Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin meminta para penggemar, khususnya warganet, untuk tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi meski performa mereka belakangan tengah menanjak.
“Sekarang memang lagi naik dan warganet kasih ekspektasi lebih tinggi. Tapi kami tidak selamanya menang dan main bagus,” ujar Joaquin kepada pewarta di Istora, Senayan, Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan, pasangan ini ingin fokus menikmati proses dan perjalanan, tanpa terbebani tuntutan harus selalu tampil sempurna.
“Untuk warganet coba ekspektasinya diturunkan jangan terlalu ditinggikan. Nikmati proses kita dulu saja. Kami ingin menikmati perjalanan kami,” imbuhnya.
Raymond/Joaquin yang menjalani debut di Indonesia Masters melangkah ke babak perempat final setelah melewati perlawanan ketat dari ganda Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuen.
Tantangan berat menanti pada perempat final Jumat esok, karena mereka akan berhadapan dengan seniornya di pelatnas PBSI, Fajar Alfian/Mohamad Shohibul Fikri.
Pertemuan ini sekaligus membuka peluang Raymond/Joaquin untuk mengulang hasil manis yang pernah mereka raih di Australia Open 2025, ketika berhasil menumbangkan ganda peringkat empat dunia tersebut.
Namun, Raymond menilai ada faktor pembeda yang perlu diantisipasi. Ia menyebut kondisi angin di Istora yang jauh lebih kencang bisa menjadi keuntungan bagi lawan yang lebih berpengalaman, termasuk Fajar/Fikri.
“Yang pasti ada berbeda, terutama arah angin. Kalau di sini kencang anginnya, kalau di Australia lebih minimal. Mereka lebih berpengalaman soal ini,” ujar Raymond.
Dengan status debutan yang sudah menembus delapan besar, Raymond/Joaquin menatap laga perempat final dengan semangat, sekaligus mengingatkan publik untuk tetap realistis: proses mereka masih berjalan, dan konsistensi adalah target yang dibangun bertahap.
Tidak ada komentar