GIBOL.CO.ID — Mantan juara dunia interim kelas ringan (61,2 kg) World Boxing Council (WBC), Ryan Garcia, menegaskan tekadnya untuk membungkam juara dunia kelas welter (66,6 kg) WBC, Mario Barrios. Pertarungan ini disebut Garcia sebagai jalan untuk mengembalikan namanya ke jajaran elit tinju dunia.
“Saya fokus, saya siap, dan pertarungan ini bersifat personal bagi saya,” kata Ryan Garcia dalam laporan WBC melalui laman resminya yang dipantau di Jakarta, Rabu.
Garcia dan Barrios dijadwalkan berbagi ring di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada 21 Februari mendatang. Menjelang duel tersebut, konferensi pers resmi sudah digelar dan langsung menegaskan panasnya atmosfer. Sejak sesi tatap muka pertama, ketegangan terlihat jelas—Garcia tampil agresif, emosional, sekaligus percaya diri bahwa laga ini akan menjadi titik balik penting dalam hidupnya sebagai petinju profesional.
Petinju asal California itu berbicara terbuka mengenai penebusan diri dan ambisinya kembali mengukuhkan nama di jajaran elite. Ia juga mengakui pertarungan ini memiliki dimensi emosional yang kuat, terlebih karena faktor eksternal yang turut memengaruhi persiapannya.
Salah satu faktor yang disoroti Garcia adalah kehadiran mantan pelatihnya di sudut lawan. Menurutnya, situasi tersebut memberi tekanan tersendiri, namun justru menjadi pemantik motivasi tambahan.
“Saya tidak terkejut, tetapi hal itu justru memotivasi saya,” ujar Garcia, mengisyaratkan duel ini sarat muatan emosi, bukan sekadar urusan teknis di atas ring.
Garcia datang dengan catatan impresif: 24 kemenangan dan 2 kekalahan, dengan 20 kemenangan diraih melalui knockout (KO). Angka itu menggambarkan kekuatan pukulan dan gaya bertarung eksplosif yang selama ini menjadi ciri khas petinju berjuluk “King Ry” tersebut.
Di sisi lain, sang juara dunia Mario Barrios memilih pendekatan yang jauh lebih tenang. Petinju asal Texas yang dikenal disiplin dan terukur itu tidak terpancing perang kata-kata.
“Semua itu hanyalah kebisingan. Saya berbicara di atas ring,” kata Barrios, menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada persiapan dan performa saat pertandingan berlangsung.
Dalam laga nanti, Barrios tak hanya berupaya mempertahankan gelar juara dunia kelas welter WBC, tetapi juga ingin memperkuat dominasinya di divisi tersebut. Petinju berjuluk “Azteca” itu mengoleksi rekor 29 kemenangan—termasuk 18 kemenangan KO—serta dua kekalahan dan dua hasil imbang.
Dengan perbedaan karakter dan pendekatan, duel Garcia versus Barrios diprediksi menyajikan benturan gaya yang menarik: intensitas dan emosi melawan ketenangan serta kontrol. Waktu menuju laga masih tersisa, tetapi narasi besar pertarungan sudah terbentuk—menjanjikan duel sarat gengsi di panggung tinju dunia.
No Comments