GIBOL.CO.ID — Unggulan nomor dua Iga Swiatek memastikan tempat di perempat final Grand Slam ke-14 sepanjang kariernya, sekaligus yang ketiga di Australian Open. Petenis Polandia itu melaju setelah menundukkan petenis kualifikasi Maddison Inglis dengan skor 6-0, 6-3 dalam waktu 73 menit, Senin.
Kemenangan tersebut mengantar Swiatek ke laga besar berikutnya: duel melawan unggulan kelima Elena Rybakina. Dalam catatan pertemuan, Swiatek unggul tipis 6-5, termasuk 4-2 pada laga lapangan keras luar ruangan. Namun, Rybakina punya memori manis di Melbourne karena memenangi satu-satunya pertemuan mereka di Australian Open, yakni babak keempat tahun 2023 dengan skor 6-4, 6-4.
Swiatek menilai rekor pertemuan bukan patokan mutlak untuk laga berikutnya. Ia menekankan bahwa setiap duel melawan Rybakina selalu menghadirkan tantangan berbeda.
“Saya tidak akan mengatakan catatan pertemuan itu penting. Karena bahkan ketika salah satu dari kami menang, itu selalu pertandingan yang ketat atau dia mengalahkan saya dengan mudah,” kata Swiatek.
“Tidak masalah. Tidak masuk akal untuk terlalu menganalisis siapa yang menang terakhir kali atau bagaimana penampilannya.”
Bagi Swiatek, fokus utamanya adalah kesiapan penuh dan memaksimalkan pelajaran dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.
“Setiap pertandingan adalah cerita yang berbeda. Seperti di setiap pertandingan dia selalu menjadi lawan yang tangguh, dan tenisnya tentu saja hebat,” ujarnya.
“Saya perlu siap 100 persen dan berjuang habis-habisan serta menggunakan pengalaman saya dan juga pengetahuan dari pertandingan sebelumnya, dan itu saja.”
Laga melawan Inglis juga menghadirkan situasi baru untuk Swiatek. Juara enam kali Grand Slam itu baru kali ini menghadapi lawan asal Australia di Australian Open. Meski atmosfer Rod Laver Arena sempat memanas—teriakan “Aussie, Aussie, Aussie” terdengar saat Inglis yang tertinggal 0-3 meraih game point pertamanya—Swiatek tidak membiarkan momentum berpindah.
Swiatek menutup peluang itu dengan smes, lalu melanjutkan kontrol permainan hingga merebut set pertama dengan dominan. Inglis sempat mencuri servis di awal set kedua setelah Swiatek melakukan kesalahan backhand, namun saat berpeluang unggul 2-0, forehand Inglis melebar. Swiatek pun segera “mengunci” kembali laga dengan rangkaian empat gim beruntun, lalu menjaga kendali melalui variasi permainan—termasuk drop shot dan volley—hingga memastikan tiket perempat final.
Tidak ada komentar